Tuesday, 14 July 2026

Bangun Generasi Berkarakter, Babinsa Bantiran Gaungkan Gerakan Anti-Bullying di SDN 1 Bantiran

 


Tabanan - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 1 Bantiran, Desa Bantiran, Kec. Pupuan, diisi dengan edukasi karakter melalui penyampaian materi anti-bullying oleh Babinsa Desa Bantiran, Koramil 1619-03/Pupuan Sertu I Gede Kamayasa. Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan sejak dini, Selasa (14/7/2026) 


Dalam pelaksanaannya, Sertu I Gede Kamayasa berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Bantiran untuk memberikan pemahaman kepada sekitar 80 siswa mengenai bahaya bullying, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama teman. 


Babinsa menjelaskan bahwa perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Oleh karena itu, sejak memasuki lingkungan sekolah, para siswa perlu dibekali pemahaman agar berani menolak segala bentuk bullying sekaligus menjadi pelopor terciptanya budaya saling menghormati. 


Sementara itu, sinergi Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan MPLS menjadi wujud nyata kehadiran TNI-Polri dalam mendukung dunia pendidikan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya disiplin, empati, persahabatan, serta penyelesaian masalah tanpa kekerasan. 


Sertu I Gede Kamayasa mengatakan, "Masa MPLS merupakan momen yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak. Kami berharap seluruh siswa berani mengatakan tidak pada bullying, saling menghormati, saling membantu, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta penuh semangat belajar."ungkapnya 


Melalui kolaborasi antara TNI, Polri, dan pihak sekolah, kegiatan edukasi anti-bullying ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Langkah preventif seperti ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan dunia pendidikan yang inklusif dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

0 comments:

Post a Comment