Thursday, 24 September 2026

325 Kader Bela Negara Lintas Elemen Masyarakat Ditutup di Rindam IX/Udayana, Ini Pesan untuk Para Peserta

 


TABANAN – Latihan Kader Bela Negara bagi Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan komunitas tingkat pertama TA 2026 resmi ditutup di Lapangan Wira Yudha Bakti Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (24/9/2026). Sebanyak 325 peserta mengikuti upacara yang dipimpin Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, S.H. 


Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada hadir langsung mewakili Dandim 1619/Tabanan. Penutupan ditandai dengan pernyataan resmi berakhirnya latihan, penanggalan tanda peserta, penyematan pin dan penyerahan ijazah kepada para kader yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari. 


Dalam sambutan Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacarnas) Kemhan RI yang dibacakan Danrindam IX/Udayana, para peserta diminta tidak berhenti setelah latihan berakhir. Sebagai kader, mereka diharapkan mampu membawa nilai-nilai bela negara ke lingkungan masing-masing melalui peran dan aktivitas di tengah masyarakat. 


Para peserta juga didorong menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan posisi mereka sebagai tokoh agama, tokoh adat, anggota ormas dan komunitas. Peran tersebut dinilai penting untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 


Usai kegiatan, Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada mengatakan, pelatihan tersebut memberikan bekal bagi para tokoh masyarakat untuk ikut menjaga semangat kebangsaan dari lingkungan masing-masing. “Para kader memiliki peran strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya. 


Upacara penutupan turut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Kesbangpol Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, jajaran Rindam IX/Udayana serta Forum Bela Negara Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan menyanyikan Mars Bela Negara dan pemberian cendera mata dari Kemhan RI kepada perwakilan Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan.

Dari Tabanan, 325 Kader Bela Negara Dibekali Peran Strategis Menjaga Semangat Kebangsaan

 


TABANAN – Latihan Kader Bela Negara bagi Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan komunitas tingkat pertama TA 2026 resmi ditutup di Lapangan Wira Yudha Bakti Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (24/9/2026). Sebanyak 325 peserta mengikuti upacara yang dipimpin Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, S.H. 


Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada hadir langsung mewakili Dandim 1619/Tabanan. Penutupan ditandai dengan pernyataan resmi berakhirnya latihan, penanggalan tanda peserta, penyematan pin dan penyerahan ijazah kepada para kader yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari. 


Dalam sambutan Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacarnas) Kemhan RI yang dibacakan Danrindam IX/Udayana, para peserta diminta tidak berhenti setelah latihan berakhir. Sebagai kader, mereka diharapkan mampu membawa nilai-nilai bela negara ke lingkungan masing-masing melalui peran dan aktivitas di tengah masyarakat. 


Para peserta juga didorong menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan posisi mereka sebagai tokoh agama, tokoh adat, anggota ormas dan komunitas. Peran tersebut dinilai penting untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 


Usai kegiatan, Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada mengatakan, pelatihan tersebut memberikan bekal bagi para tokoh masyarakat untuk ikut menjaga semangat kebangsaan dari lingkungan masing-masing. “Para kader memiliki peran strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya. 


Upacara penutupan turut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Kesbangpol Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, jajaran Rindam IX/Udayana serta Forum Bela Negara Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan menyanyikan Mars Bela Negara dan pemberian cendera mata dari Kemhan RI kepada perwakilan Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan.

Tiga Hari Digembleng, 325 Kader Bela Negara di Tabanan Diminta Jadi Penggerak Nilai Kebangsaan


 TABANAN – Latihan Kader Bela Negara bagi Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan komunitas tingkat pertama TA 2026 resmi ditutup di Lapangan Wira Yudha Bakti Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (24/9/2026). Sebanyak 325 peserta mengikuti upacara yang dipimpin Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, S.H. 


Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada hadir langsung mewakili Dandim 1619/Tabanan. Penutupan ditandai dengan pernyataan resmi berakhirnya latihan, penanggalan tanda peserta, penyematan pin dan penyerahan ijazah kepada para kader yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari. 


Dalam sambutan Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacarnas) Kemhan RI yang dibacakan Danrindam IX/Udayana, para peserta diminta tidak berhenti setelah latihan berakhir. Sebagai kader, mereka diharapkan mampu membawa nilai-nilai bela negara ke lingkungan masing-masing melalui peran dan aktivitas di tengah masyarakat. 


Para peserta juga didorong menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan posisi mereka sebagai tokoh agama, tokoh adat, anggota ormas dan komunitas. Peran tersebut dinilai penting untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 


Usai kegiatan, Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada mengatakan, pelatihan tersebut memberikan bekal bagi para tokoh masyarakat untuk ikut menjaga semangat kebangsaan dari lingkungan masing-masing. “Para kader memiliki peran strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya. 


Upacara penutupan turut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Kesbangpol Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, jajaran Rindam IX/Udayana serta Forum Bela Negara Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan menyanyikan Mars Bela Negara dan pemberian cendera mata dari Kemhan RI kepada perwakilan Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan.

325 Kader Bela Negara Resmi Ditutup di Tabanan, Kasdim Tekankan Peran Tokoh Masyarakat

 


TABANAN – Latihan Kader Bela Negara bagi Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan komunitas tingkat pertama TA 2026 resmi ditutup di Lapangan Wira Yudha Bakti Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (24/9/2026). Sebanyak 325 peserta mengikuti upacara yang dipimpin Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, S.H. 


Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada hadir langsung mewakili Dandim 1619/Tabanan. Penutupan ditandai dengan pernyataan resmi berakhirnya latihan, penanggalan tanda peserta, penyematan pin dan penyerahan ijazah kepada para kader yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari. 


Dalam sambutan Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacarnas) Kemhan RI yang dibacakan Danrindam IX/Udayana, para peserta diminta tidak berhenti setelah latihan berakhir. Sebagai kader, mereka diharapkan mampu membawa nilai-nilai bela negara ke lingkungan masing-masing melalui peran dan aktivitas di tengah masyarakat. 


Para peserta juga didorong menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan posisi mereka sebagai tokoh agama, tokoh adat, anggota ormas dan komunitas. Peran tersebut dinilai penting untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 


Usai kegiatan, Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada mengatakan, pelatihan tersebut memberikan bekal bagi para tokoh masyarakat untuk ikut menjaga semangat kebangsaan dari lingkungan masing-masing. “Para kader memiliki peran strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya. 


Upacara penutupan turut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Kesbangpol Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, jajaran Rindam IX/Udayana serta Forum Bela Negara Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan menyanyikan Mars Bela Negara dan pemberian cendera mata dari Kemhan RI kepada perwakilan Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan.

Wednesday, 23 September 2026

Pengendalian Rabies Diperkuat di Desa Tista, Babinsa Dampingi Vaksinasi Hewan Warga


 TABANAN – Upaya mencegah penyebaran rabies terus dilakukan di wilayah Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Babinsa Desa Tista, Serda Pande Putu Jaya Mahandita, turut mendampingi vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan warga yang digelar Dinas Peternakan secara serentak, Rabu (23/9/2026). 


Vaksinasi berlangsung di Banjar Dinas Dangin Pangkung, Dauh Pangkung, Lebah dan Carik, dengan melibatkan delapan petugas dari Puskeswan II Tabanan yang dipimpin Kepala Tata Usaha Wayan Gunarta. Kegiatan tersebut juga dihadiri perangkat kewilayahan, Babinkamtibmas serta sekitar 300 masyarakat Desa Tista. 


Dari pelaksanaan di empat banjar tersebut, sebanyak 218 hewan peliharaan berhasil divaksinasi. Jumlah itu terdiri atas 212 anjing dan enam kucing, dengan vaksinasi terbanyak tercatat di Banjar Dinas Lebah sebanyak 111 ekor, disusul Dauh Pangkung 48 ekor, Dangin Pangkung 29 ekor dan Carik 30 ekor. 


Di lokasi kegiatan, Serda Pande Putu Jaya Mahandita mengatakan, vaksinasi rabies merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat membahayakan hewan maupun manusia. Karena itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak menunda vaksinasi dan memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksin secara rutin. 


“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan. Vaksinasi bukan hanya untuk melindungi hewan, tetapi juga menjadi langkah pencegahan agar rabies tidak menyebar dan membahayakan masyarakat. Karena itu, hewan peliharaan yang menjadi sasaran vaksinasi hendaknya dibawa dan dimanfaatkan layanan vaksinasi yang diberikan pemerintah,” ucapnya. 


Pelaksanaan vaksinasi mendapat respons dari masyarakat yang membawa hewan peliharaan masing-masing ke lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut selesai sekitar pukul 10.20 Wita setelah seluruh rangkaian vaksinasi di empat banjar dinas rampung dilaksanakan.

Sebanyak 218 Hewan Peliharaan Divaksin Rabies di Tista, Babinsa Desa Tista Terlibat dalam Pengawasan


 TABANAN – Upaya mencegah penyebaran rabies terus dilakukan di wilayah Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Babinsa Desa Tista, Serda Pande Putu Jaya Mahandita, turut mendampingi vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan warga yang digelar Dinas Peternakan secara serentak, Rabu (23/9/2026). 


Vaksinasi berlangsung di Banjar Dinas Dangin Pangkung, Dauh Pangkung, Lebah dan Carik, dengan melibatkan delapan petugas dari Puskeswan II Tabanan yang dipimpin Kepala Tata Usaha Wayan Gunarta. Kegiatan tersebut juga dihadiri perangkat kewilayahan, Babinkamtibmas serta sekitar 300 masyarakat Desa Tista. 


Dari pelaksanaan di empat banjar tersebut, sebanyak 218 hewan peliharaan berhasil divaksinasi. Jumlah itu terdiri atas 212 anjing dan enam kucing, dengan vaksinasi terbanyak tercatat di Banjar Dinas Lebah sebanyak 111 ekor, disusul Dauh Pangkung 48 ekor, Dangin Pangkung 29 ekor dan Carik 30 ekor. 


Di lokasi kegiatan, Serda Pande Putu Jaya Mahandita mengatakan, vaksinasi rabies merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat membahayakan hewan maupun manusia. Karena itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak menunda vaksinasi dan memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksin secara rutin. 


“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan. Vaksinasi bukan hanya untuk melindungi hewan, tetapi juga menjadi langkah pencegahan agar rabies tidak menyebar dan membahayakan masyarakat. Karena itu, hewan peliharaan yang menjadi sasaran vaksinasi hendaknya dibawa dan dimanfaatkan layanan vaksinasi yang diberikan pemerintah,” ucapnya. 


Pelaksanaan vaksinasi mendapat respons dari masyarakat yang membawa hewan peliharaan masing-masing ke lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut selesai sekitar pukul 10.20 Wita setelah seluruh rangkaian vaksinasi di empat banjar dinas rampung dilaksanakan.

Vaksinasi Massal Rabies Digelar di Tista, Babinsa Desa Tista Ajak Warga Peduli Kesehatan Hewan

 


TABANAN – Upaya mencegah penyebaran rabies terus dilakukan di wilayah Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Babinsa Desa Tista, Serda Pande Putu Jaya Mahandita, turut mendampingi vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan warga yang digelar Dinas Peternakan secara serentak, Rabu (23/9/2026). 


Vaksinasi berlangsung di Banjar Dinas Dangin Pangkung, Dauh Pangkung, Lebah dan Carik, dengan melibatkan delapan petugas dari Puskeswan II Tabanan yang dipimpin Kepala Tata Usaha Wayan Gunarta. Kegiatan tersebut juga dihadiri perangkat kewilayahan, Babinkamtibmas serta sekitar 300 masyarakat Desa Tista. 


Dari pelaksanaan di empat banjar tersebut, sebanyak 218 hewan peliharaan berhasil divaksinasi. Jumlah itu terdiri atas 212 anjing dan enam kucing, dengan vaksinasi terbanyak tercatat di Banjar Dinas Lebah sebanyak 111 ekor, disusul Dauh Pangkung 48 ekor, Dangin Pangkung 29 ekor dan Carik 30 ekor. 


Di lokasi kegiatan, Serda Pande Putu Jaya Mahandita mengatakan, vaksinasi rabies merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat membahayakan hewan maupun manusia. Karena itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak menunda vaksinasi dan memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksin secara rutin. 


“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan. Vaksinasi bukan hanya untuk melindungi hewan, tetapi juga menjadi langkah pencegahan agar rabies tidak menyebar dan membahayakan masyarakat. Karena itu, hewan peliharaan yang menjadi sasaran vaksinasi hendaknya dibawa dan dimanfaatkan layanan vaksinasi yang diberikan pemerintah,” ucapnya. 


Pelaksanaan vaksinasi mendapat respons dari masyarakat yang membawa hewan peliharaan masing-masing ke lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut selesai sekitar pukul 10.20 Wita setelah seluruh rangkaian vaksinasi di empat banjar dinas rampung dilaksanakan.